BLOGGER DAN SAYUR OBLOG OBLOG
Ini adalah tulisan blog pertama saya.
Awalnya anak pertama saya, dia sudah aktif menulis dalam blog miliknya, dan memberi semangat saya.
“Ayo, Pah. Bikin blog dan nulis di bloggernya Papa,” katanya.
“Papa suruh nulis apa?” kataku.
“Ya tulis aja uneg-uneg atau foto, video, atau hobi yang Papa suka.”
“Wah menarik itu,” kataku. Okay deh, aku akan bikin tulisan blog.
Menyebut kata BLOG sebagai aktivitas para Blogger, kata ini mengingatkan saya pada nama sayuran khas dari orang Jawa, yaitu sayur oblog-oblog.
Ah... apa itu sayur oblog-oblog?
Sayur oblog-oblog adalah sayuran dari buah nangka atau tewel sisa kemarin yang dimasak lagi esok harinya... dan esoknya lagi... dan esoknya lagi... dan esoknya lagi terus demikian tak perlu masak sayur baru sampai airnya kering dan habis. ππππ
Jadi, itu sayuran sisa dipanasi lagi buat makan dan bumbunya makin meresap.....
Tentu saja karena dipanasi terus kandungan vitamin dan nutrisi dari sayuran jadi rusak dan hilang.
Maka timbul istilah GOBLOG bagi penikmatnya ... lah.......ππππ
Yaitu orang telat mikir alias telmi oleh sebab yang makanannya sehari-hari ga ada gizi vitamin dan nutrisi ... lhoooooooo.....
Namanya orang makan kan harus ada unsur Gizi, Nutrisi, dan Vitamin agar sehat dan cerdas otaknya. Sedang orang yang suka makan sayur kemaren yang dipanasi, proses pemanasan yang berulang-ulang kembali dan kehilangan vitamin, serta nutrisi dari sayuran tersebut. Akhirnya cuma kenyang doang yang dia dapat, sedang vitamin dan nutrisi ga dapat.
TENTANG SAYUR NANGKA, TEWEL, DAN OBLOG-OBLOG
Ketika masa kecil saya di rumah Nenek di Jatirogo, sebuah kota kecamatan di kab. Tuban, Jawa Timur. Di sana kita sering masak sayur tewel, yaitu sayur dari buah nangka muda yang orang Jawa menyebut buah tewel.
Buah nangka muda alias tewel dipotong kecil kecil dengan bumbu santan dari parutan kelapa, bumbu pepeg istilahnya untuk menyatakan bumbu lengkap; yaitu bawang merah alias brambang, bawang putih, garam, gula, kemiri, ketumbar, cabai panjang, dan sebagainya.
Karena ada mengandung santan, sayur ini akan mudah basi. Lalu perlu dipanasi besoknya dan justru itu kandungan air berkurang. Dan tetapi bumbu semakin meresap... duuuuuuuhhh, nikmatnya sayur oblog-oblog dari sayur nangka muda tewel kemarin.
TEWEL DAN REWEL
Eh... apa hubungannya ...?
Ha ha ha itulah orang orang Jawa kalau ngelihat seseorang ngambeg, jaim, atau mudah baperan, banyak maunya akan disebut rewel. Entah kapan mulainya lama-lama rewel diplesetkan jadi TEWELππ.
Apakah Seniman Gitaris Elpamas yang terkenal itu suka rewel dam baperan sampai disebut Toto Tewel atau.....
Karena suka hobi makan sayur tewel, maka disebut Toto Tewel?
Entahlah saya ga pernah kumpul sama beliau. Yang Jelas saya suka dan mengagumi permainan gitar beliau dan kesenimanannya.
SAYUR TEWEL SAYUR KEBANGSAAN
Ketika saya sekolah SMA saya punya gank... teman ngumpul sesama satu sekolah.
Kita seringkali kumpul sampai pagi dan tidur pindah pindah dari rumah teman satu ke rumah teman lain sesama kelompok. Saking seringnya sampai salah satu ortu teman suka menyindir.... mau KKN ya....?
Yaitu kepanjangan dari kalimat Kumpul Kumpul dan Nakam Nakam. Nakam adalah bahasa Malang dari kata makan dibalik hurufnya; jadi nakam.
Memang jaman itu kita anak-anak remaja, gak tahu gimana susahnya orang tua cari nafkah untuk keluarga. Eh kita-kita sukanya kumpul-kumpul ngajakin teman dan sudah pasti mereka, orang tua kita, harus repot masak buat kita. Iya kan. Jadi bener dong, orang tua kita ngatain KKN, alias kumpul kumpul dan nakam nakam. Sebab di mana kita berkumpul, pindah dari rumah satu ke rumah lain anggota gank, ya disediain makan sama orang tua mereka.
Dan satu hal lagi aneh dan kelucuannya.
Hampir tiap hari kita makan, meski berpindah makan di rumah teman lain, orang tua kita sama-sama masak sayur TEWEL. π
Jadi tiap hari kita menemui sayur tewel di rumah yang berbeda. Apakah orang tua kita janjian, “Yuk kita masak sayur tewel saja kalau anak anak lagi kumpul...” ... entahlah... yang jelas mereka, orang tua kita, ga akrab satu sama lain. Kecuali pas kebetulan duduk bersebelahan waktu di angkot atau waktu ambil rapot. Dan kebetulan rumah masing-masing berjarak puluhan belasan kilometer satu sama lain. Gimana bisa janjian?
Kan waktu itu belum ada HP.
“Lho, tewel lagi”. Itulah kata spontan yang terucap waktu menghadapi hidangan tuan rumah.
Kemarun di rumah Agus tewel. Kemarinnya lagi di rumah Wahid tewel. Kemarinnya kemarin lagi di rumah Partono masak tewel. Kemarin kemarinnya kemarin di rumah Widi juga tewel. Sekarang di rumah Kilil juga tewel.... aneh yang kebetulan.
Akhirnya kita menyebut sebagai SAYUR KEBANGSAAN.
Yaitu di mana-mana ada masak tewel π.
Sore makan pakai sayur tewel alias nangka muda, kalau besok makan pagi alias sarapan, sayur dipanasi dan jadi sayur oblog-oblog. π✌
So... oblog-oblog adalah sayur kebangsaan.



Komentar
Posting Komentar